Ratu Atut Chosiyah

Plt. Gubernur Banten Wanita Penuh Kepalsuan

Friday, June 23, 2006

Wajah baru dan lama Hj. Ratu Atut Chosiyah


Wajah Hj. Ratu Atut Chosiyah Setelah dan sebelum menjalankan Operasi

Thursday, June 15, 2006

Korupsi Karangsari Rp 5 Miliar Terkatung-katung

SETELAH 3 tahun, kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Karangsari senilai Rp 5 miliar, berkas perkaranya tak kunjung ke Pengadilan Negeri Serang untuk mendapatkan keadilan.

Padahal kasus ini menjadi sorotan masyarakat karena diduga kuat melibatkan Atut Chosiyah, Plt Gubernur Banten dan sang ayah tercinta, Chasan Sochib serta pejabat teras di lingkungan Pemprov Banten dan Pemkab Pandeglang.

Kasus ini dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten dan Kepolisian Daerah (Polda) Banten pada tahun 2003. Pelaporannya adalah Lembaga Advokasi Masalah Publik (LAMP).

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten memang sudah menetapkan tersangka atas kasus ini, Tantan yang menjabat Pimpro. Namun Atut Chosiyah dan Chasan Sochib tak pernah dimintai keterangan tentang kasus ini yang menggunakan APBD tahun 2002, sehingga berkas perkara itu tidak pernah lengkap dan tidak memenuhi syarat untuk dilimpahkan ke pengadilan.

Kepala Kejati Banten, Kemal Sofyan Nasution melalui Asisten Pengawasannya, AF Basyuni, penyebab tersendat-sendatnya penyelidikan kasus Karangsari adalah terdapat perbedaan antara hasil perhitungan kerugian negara oleh auditor dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dengan Kejati Banten. Versi BPKP menyebutkan angka Rp 5 miliar, sesuai dengan nomenklatur di APBD. Sedangkan Kejati Banten berpegang teguh pada Rp 3,5 miliar karena hanya uang itu yang digunakan untuk membebaskan lahan Karangsari.

Hasil pemeriksaan BPK maupun BPKP memang menyebutkan angka Rp 5,14 miliar, sesuai dengan besaran anggaran yang tercantum dalam APBD 2002. Di antaranya untuk pembebasan lahan Karangsari Rp 3,5 miliar. Namun sisanya, Rp 1,64 miliar juga menjadi temuan BPK dan BPKP karena tak ada pelaksanaan proyek pelebaran jalan itu.

Sebenarnya, Dengan temuan BPK dan perhitungan BPKP itu, Kejati Banten justru mendapatkan dua perkara. Pertama, perkara dugaan korupsi pengadaan lahan Karangsari Rp 3,5 miliar. Kedua, perkara dugaan korupsi pelaksanaan pelebaran Jalan Raya Serang-Pandeglang tahun 2002 yang dinilai tidak dilaksanakan. Kenyataannya, kasus ini terkatung-katung hingga 3 tahun lebih. (tim Banten link)

Tuesday, June 13, 2006

Wajah Asli Ratu Atut Chosiyah kalo sedang Manyun

Kasihaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan ..... deh Loh !!!!!

Penampilan "Ratu Atut Chosiyah" pertama kali bertugas


Wajah asli sebelum melakukan perombakan wajah, tampak hidungnya masih pesek

Friday, June 09, 2006

Ratu Atut Chosiyah dilaporkan Pihak Berwajib karena menganiaya karyawan Hotel

 Wagub Banten Dilaporkan Aniaya Pegawai Hotel
Semanggi, Warta Kota
Karena diduga melakukan tindak pencemaran nama baik serta
penganiayaan, Wakil Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah (43),
dilaporkan oleh Vinny Rahmalia (30) ke Mapolda Metro Jaya, Selasa
(12/8) malam. Vinny, karyawati di Hotel Kartika Chandra, dituduh
berselingkuh dengan suami Ratu Atut Chosiyah.
Menurut informasi yang dihimpun Warta Kota, Selasa sore, Ratu Atut
mendatangi Vinny, yang baru saja selesai bekerja, di dapur (ruang
701-702) Gedung Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta
Selatan. Semua yang ada di ruang itu tidak mengetahui maksud
kedatangan Ratu Atut.
Namun, begitu masuk, Ratu memanggil Vinny sambil berkata "Mana yang
namanya Vinny?" Setelah itu, Vinny yang sedang mengambil air dari
dapur, segera keluar untuk menghampiri orang yang memanggilnya.
Begitu Vinny keluar. Ratu membentak dengan kata-kata kasar. Ratu
langsung menuduh Vinny telah berselingkuh dengan suaminya. Bahkan,
dengan nada marah Ratu mendorong tubuh Vinny yang baru saja
menghampirinya.
Belum puas mendorong Vinny, Ratu langsung menampar muka Vinny dan
mencakarnya. Padahal, menurut seorang rekan Vinny bernama Muftihari
kepada polisi, Vinny justru bertanya dan belum sempat memberikan
penjelasan.
"Korban mengaku belum mengetahui apa maksud kedatangannya. Vinny
justru semakin terkejut ketika terlapor langsung melabraknya sambil
memukul dan mencakar. Katanya, korban baru akan bertanya dan
memberikan penjelasan. Tetapi kesempatan itu tidak ada, karena
terlapor terus menyerang," ujar petugas di Polda Metro Jaya.
Awalnya seorang rekan Vinny berusaha memisahkan. Tetapi usaha itu
sia-sia, karena Ratu terus memukuli Vinny. "Korban, yang lagi-lagi
baru akan bertanya siapa Ratu, ternyata malah dipukul secara bertubi-
tubi," kata petugas kepolisian itu.
Bahkan, pelaku yang didorong hingga ke ruangan lain itu, dipukul
beberapa kali dengan sepatu. Ratu memukuli Vinny sambil terus
menuduh Vinny berselingkuh dengan suaminya.
Berikutnya lebih parah. Ratu melemparkan gelas sebanyak tiga kali ke
arah Vinny yang terkena perut dan pinggangnya. Setelah itu, Ratu
menendang paha kanan Vinny.
"Menurut korban, setelah puas melampiaskan kemarahannya, terlapor
segera meninggalkan ruangan tersebut. Sementara, koran masih
terduduk menahan sakit akibat luka-luka yang dialaminya. Kemudian
dua rekannya membawa korban ke rumah sakit dan mereka bertiga
melapor ke polisi," ujar petugas lagi.
Dari laporan polisi diketahui, Vinny mengalami luka memar di bagian
muka dan perut. Wajahnya pun tergores akibat cakaran Ratu. Bibir dan
mata Vinny pun luka. Polisi membenarkan adanya laporan tersebut.
Untuk tindak lanjutnya, polisi akan memanggil Ratu dalam waktu
dekat. (cel)

Gubernur Banten Kecemplung Selokan

03 Mei 2006
Ratu Atut Chosiyah, pelaksana Tugas Gubernur Banten, terjebur selokan sedalam satu meter kemarin malam sekitar pukul 22.00 WIB. Ia keluar dari selokan dibantu petugas perempuan Dinas Tramtib.

Plt Gubernur Banten Digugat di PTUN Bandung

 BANDUNG - Plt Gubernur Banten, Ratu Atut Choisyah, digugat oleh sembilan pejabat eselon II di jajaran Pemprov Banten, melalui PTUN Bandung, Rabu (3/5).
Sembilan pejabat eselon II itu adalah Bambang Iswadji Nugroho, Dindin Syarifudin, Ubaidillah, Didi Supriadie, Boy Tenjuri, Achmad Arsian, Syamsul Arief, Hery Suheri, dan Saefudin. Mereka adalah pejabat yang diberhentikan dan dimutasikan oleh Plt Gubernur Banten.
Pemberhentian dan mutasi terhadap sembilan pejabat eselon II dilakukan melalui SK Plt Gubernur Banten No 800/Kep.29-Peg/2006 tertanggal 17 Februari 2006 serta SK No 821.2/Kep.34-34PEG/2006.
Menurut mereka, pemberhentian dan mutasi tersebut bertentangan dengan UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Selain itu, melanggar PP No 8 Tahun 1974. Kuasa hukum penggugat, Indra Prawira, mengatakan gugatan diajukan karena tidak ada tanggapan dari pihak tergugat terhadap surat yang dilayangkan penggugat maupun kuasa hukum penggugat. (dio)

Saturday, June 09, 1990

PLT. GUBERNUR BANTEN BERWAJAH SILICON : HIDUNG, DAGU, KELOPAK MATA, SEMUA PALSU

Dagu Palsu setelah operasi silocon




Kelopak Mata terlihat berbeda dulu dan sekarang (Sebelum dan sesudah operasi)








Hidung dulu dan sekarang















Saturday, June 02, 1990

Wajah Asli Ratu Atut Chosiyah




 FOTO ATUT SEDANG TIDAK OKE